MENGAPA AKU TIDAK MAKAN DAGING (MERAH) DAN BAKSO

14 Jan

MENGAPA AKU TIDAK MAKAN DAGING (MERAH) DAN BAKSO

 

Sebenarnya tidak ada alasan yang luar biasa, yang membuat aku mengambil keputusan ini. Semua ini benar-benar keinginan pribadi tanpa ada paksaan atau doktrin dari pihak manapun, selain ingin lebih sehat, karena sebelumnya gampang sekali jatuh sakit.

Menjadi Vegetarian adalah salah satu impianku, entah mengapa,melihat seonggok daging kemudian memakannya, menimbulkan rasa bersalah dihatiku, dan perutku rasanya mual. Dan kini mencium bau daging merah,entah sapi, kambing, babi atau bebek, membuatku pusing. Meski begitu aku berusaha tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan.

Ternyata menjadi seorang vegetarian bukan hal yang mudah. Godaan bukan hal utama yang menjadi kendala. Tapi dukungan yang “kurang” positif dari lingkungan sekitar dan kerabat terdekat, itu yang paling membebani. Padahal tidak ada maksud istimewa didalamnya selain hanya ingin lebih sehat. Beberapa orang terus menuduh bahwa tujuanku sebenarnya tidak jauh dari diet, supaya lebih langsing, kurus…bla bla bla

Hahaha…sejujurnya, aku tidak terlalu bermasalah dengan obesitas, dan vegetarian bukan jalan pelarian untuk itu.

Sejauh yang aku tahu, aku belum pernah menemukan seorang vegetarian yang kurus kering dan kurang gizi. Dulu aku punya seorang teman, perempuan, dia seorang Budhist, dan dia vegetarian sejati. Tubuhnya jauh dari “kurus”, tapi juga tidak obesitas,yang jelas tubuhnya bugar berisi, dan wajahnya selalu terlihat segar…boleh dikatakan awet muda….

Didalam Bible pun, ada tertulis dalam kitab Daniel, ketika Daniel meminta kepada pemimpin pegawai istana untuk diberi makan sayur dan air untuk diminum, bukan santapan yang biasa dimakan raja dan air anggur. Lalu diadakan percobaan selama 10 hari, Daniel dan teman-temannya diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum, sementara orang-orang muda yang lain makan dari santapan raja. Setelah lewat 10 hari, disana disebutkan, perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk daripada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. Bahkan juga disebutkan mereka sepuluh kali lebih cerdas daripada semua orang berilmu diseluruh kerajaan.

Banyak hal dan fakta menarik, yang membuat saya setuju dengan gaya hidup Veget. Disalah satu buku yang membahas tentang vegetarian, menyebutkan suatu binatang yang dibunuh menjadi bangkai, tetapi tidak demikian dengan sayuran. Jika kita makan separuh dari suatu sayuran dan menanam separuh lainnya, tumbuhan itu dapat hidup lagi karena masih merupakan organisme yang hidup. Itu tidak terjadi pada seekor kambing, ayam, atau hewan lainnya.

Para peneliti juga telah membuktikan bahwa pada saat seekor binatang dibunuh,hewan itu menjadi ketakutan dan menghasilkan cairan racun didalam tubuhnya. Cairan tersebut memasuki tubuh orang yang makan daging ini dan memengaruhi kesehatannya secara negatif. Tidak semua racun dapat dihilangkan oleh tubuh dan yang tertinggal dalam sistem akan mempertebal arteri dengan membentuk kolesterol, bahkan menyebabkan aterosklerosis dan akhirnya menyebabkan tekanan darah tinggi, serangan jantung dan gagal ginjal. Pembuangan racun-racun ini oleh tubuh melalui kulit menyebabkan bau keringat yang busuk. Keringat orang non vegetarian dapat berbau busuk. Ini dapat dialami dalam kehidupan sehari-hari. Racun dari makanan non vegetarian secara negatif memengaruhi tubuh, pikiran, dan semua organ manusia lainnya. Satu faktor yang tampaknya meningkatkan kesukaan untuk makan telur dan berbagai jenis daging adalah yang disebut nilai protein dalam daging, tetapi kita tidak membutuhkan protein yang terkonsentrasi dalam sistem kita. Protein kita harus sedekat mungkin dengan sumber-sumber alami. Selain itu, terdapat banyak protein dalam kedelai, kacang-kacangan, biji-bijian dan produk susu.

Umumnya, kandungan kolesterol dalam miligram per 100 gram telur adalah 550, ginjal 375, hati 300, kambing 70, babi 70 dan ayam 60,sedangkan kandungan kolesterol dalam semua serelia, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, dan polong-polongan adalah ‘NOL’. Kolesterol adalah lemak mirip lilin yang menumpuk dan mengeraskan arteri serta menyebabkan serangan jantung yang fatal.

Sedikit fakta diatas membuat saya semakin yakin dengan keputusan yang saya ambil. Meskipun saya belum seratus persen menjadi seorang vegetarian, karena terus terang agak sulit mencari makanan veget, dalam artian benar-benar vegetarian. Belum lagi lingkungan teman-teman sekitar yang rata-rata ‘pemakan segala’, semakin menyudutkan posisi saya, dan semakin banyak gunjingan bernada miring yang terkadang kurang sedap didengar, tapi ada juga yang salut dan ingin mengikuti jejak saya (hehe tapi kebanyakan gagal).

Saya tegaskan, saya bukan vegetarian sejati, tepatnya belum. Sederhana saja, saya lebih suka sayuran dari pada daging, mungkin itu lebih bisa diterima. Saya masih makan daging ayam dan ikan (daging putih), meskipun itu adalah pilihan saya yang terakhir kalau saya tidak mendapatkan sayuran, tentunya tanpa berbalut campuran bumbu yang’aneh’,tajam,bersantan dan yang pasti harus tidak pedas. Saya tidak suka makanan pedas,meski beberapa orang meragukan, karena tidak sesuai dengan kepribadian saya yang galak dan jutek haha

SAYA TIDAK MAKAN BAKSO

Apa yang akan saya bagikan ini, paling sering menimbulkan kontroversi. Yup, saya tidak makan bakso. Hal ini pasti menggegerkan para kaum wanita, beberapa merasa terpukul bahkan menanyakan apa saya benar-benar seorang wanita, ha ha

Saya yakin tidak ada hubungan antara daging bakso dengan jenis kelamin. Walaupun bukan rahasia bahwa hampir semua wanita begitu menyukai makanan ini, dan saking mengidolakannya sampai tidak bisa tidur ;-p . Hal ini pasti menguntungkan pihak abang-abang tukang bakso, bahkan sampai dibuatkan lagu dan populer oleh penyanyi cilik jaman dulu, dan lagu ini membuat para penjual bakso menjadi bangga, karena keberadaannya diakui. Tukang bakso jarang sekali sepi dari pelanggan, entah dikomplek perumahan, perkantoran bahkan dipinggir jalan, kehadirannya selalu dinanti. Tolong sampaikan kepada para abang tukang bakso, permohonan maaf saya, yang tidak turut mengidolakan mereka.

Untuk makanan yang satu ini saya ada cerita sendiri, yang membuat saya mengambil keputusan tidak makan bakso. Tepatnya ketika masih kuliah, saya mempunyai teman wanita, tepatnya tiga orang, yang saya ketahui pasti berdasarkan pengakuan mereka, ketiganya divonis dokter mengidap tumor di payudara. 2 diantaranya jinak, yang seorang lagi divonis ganas bahkan dinyatakan  harus diangkat payudaranya. Mereka teman dekat saya, saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan, sebagai seorang wanita.

Entah kebetulan atau tidak, ketiganya penggemar berat bakso, dan dokter pun dengan tegas menyatakan penyebab utamanya adalah bakso. Ketiga teman saya ini, saking gemarnya makan bakso, rela tidak makan apapun, termasuk nasi, asal bisa menikmati semangkuk bakso. Tapi saya rasa penyebab lain bisa juga karena kandungan MSG yang tinggi.

Dari situlah, ditambah rasa simpati dan empati saya terhadap teman-teman wanita yang harus menjalani operasi tumor payudara ( Thank’s God  semuanya selamat), tapi saya yakin ada trauma yang tidak bisa dihapus begitu saja. Saya yakin diluar sana mungkin masih banyak yang mengalami seperti teman-teman saya ini. Mungkin kalau mereka bisa menguasai diri mereka dengan pola makan yang lebih baik, mereka tidak perlu mengalami semua itu. Saya tidak membenci bakso, apalagi abang tukang bakso, tapi saya memilih untuk tidak makan bakso, meski begitu saya masih bisa makan bakso dari bahan ikan, itupun jarang sekali terjadi.

Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bisa diterima, dengan segala kerendahan hati, saya tidak pernah memprovokasi siapapun untuk melakukan yang saya pilih ini. Tapi ada hal-hal yang membuat saya, entah mengapa tidak terlalu berambisi dengan apa yang ingin saya capai, bukan berarti tidak semangat, tapi lebih sabar, lebih tenang, masalah dan beban tidak terlalu berat. Terima kasih buat pengertiannya selama ini, mudah-mudahan tidak terlalu merepotkan jika duduk satu meja dengan saya, karena mungkin terganggu dengan sikap saya yang terkesan ‘pemilih’, tapi percayalah saya juga menghormati apa yang kalian pilih dan makan.

 

(YN 14 janvier’09)  

 

Une Réponse to “MENGAPA AKU TIDAK MAKAN DAGING (MERAH) DAN BAKSO”

  1. Weight Loss Success mars 2, 2009 à 11:39 #

    Hi there,
    Nice blog, I just came across it and I’m already a fan
    I recently shed 30 pounds in 30 days, and I want to discuss my weight loss success
    with your readers. I described my experience
    on my blog, and I would appreciate your feedback!

    If I can lose that much weight then anyone else can too. Whatever you do, don’t give up and you WILL
    reach all your weight loss goals!
    Thanks for reading,
    Joan
    Latest blog post: lose weight diet recipes

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :