(TIDAK JADI) DONOR DARAH

21 Jan

(TIDAK JADI) DONOR DARAH

Kemarin, ada bakti sosial donor darah dikantor, ku pikir aku bisa mendonorkan darahku, karena secara fisik aku merasa sehat. Syarat-syarat utama sepertinya sudah terpenuhi, berat badan..sudah pasti diatas 45kg, tidak sedang menstruasi, tidak dalam pengobatan atau habis operasi, tidak terlalu bermasalah dengan tekanan darah alias normal

Jam 9 pagi, aku dan kawan-kawan bergegas menuju tempat yang sudah ditentukan, menulis nama di daftar hadir, dan juga mengisi data diri dn riwayat kesehatan di selembar kertas pink dari PMI. Sambil menunggu giliran, kita becanda-canda, ada beberapa yang takut karena baru pertama kali, ada yang tenang-tenang (atau pura-pura, karena sebenarnya juga takut dengan jarum suntik) ada juga yang asyik-asyik ngerumpi membentuk satu group tersendiri, termasuk saya hehe

tak lama pemeriksaan dimulai, sebelum pengambilan darah dilakukan, harus melewati beberapa pemeriksaan, diantaranya menimbang berat badan,cek HB darah, cek tekanan darah serta beberapa wawancara kecil seperti sudah sarapan belum, apakah tidur cukup semalam, pernah menjalani operasi sebelumnya, dan lain-lain….

Beberapa peserta yang sudah dipanggil tak lama keluar lagi tanpa dilakukan pengambilan darah alias dinyatakan gagal sebagai pendonor. Alasannya beragam, seperti yang sudah saya tulis diatas, ada yang Hbnya rendah, habis operasi dan lain-lain.

Tibalah giliranku, pertama aku menimbang berat badan dulu, hmm pastinya diatas 45kg, kemudian tes darah, ujung jari tengahku ditusuk menggunakan alat sampai mengeluarkan darah kemudian diteteskan pada semacam alat pengukur HB digital, disitu aku lihat muncul angka 12,4 sedang HB normal atau yang disyaratkan 12,5. ibu yang memeriksa sempat bertanya, apa aku pernah mendonorkan sebelumnya, ku jawab ya, memang sudah agak lama,2006.ibu pertama meloloskanku ke tahap berikutnya, tapi ibu yang kedua kurang setuju, mereka sempat beradu pendapat, bahwa Hbku tetap tidak sesuai syarat, tapi ibu yang pertama meyakinkan bahwa aku sudah pernah donor sebelumnya, ibu yang kedua juga ngotot, bisa saja HBnya sekarang naik turun, dan tidak bisa mendonor .Dengan setengah hati ibu kedua memeriksa tekanan darahku dan dinyatakan normal, kemudian dia bertanya,apa aku pernah di operasi,ku jawab tidak, apakah pernah diopname, hmm ku ingat-ingat, uos ya pernah, akhir november tahun kemarin, gejala typus. Ibu kedua itu dengan penuh kemenangan menyatakan aku tidak bisa mendonorkan darahku. Kalaupun pernah diopname minimal sudah setahun yang lalu baru bisa mendonorkan darah.

Okay….gagal deh aku jadi pendonor akhirnya, beberapa orang menghiburku, yang penting niatnya sudah baik. Tidak mudah memang berbuat baik, tapi selalu ada jalan yang lain. Dan Tuhan pasti tahu itu.

(apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu

seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia ~kol 3:23~ )

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :