SELAMAT TAHUN BARU (IMLEK)

25 Jan

SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 2560

Suara dentuman kembang api dan petasan yang tak henti-henti sejak sore tadi, menginspirasi saya untuk menulis tentang imlek.
Semula saya merasa agak terganggu, meskipun tadi saya juga sempat menikmati keindahan kembang api yang membuat langit gelap menjadi penuh warna-warni dalam sekejap…betul-betul indah.
Tapi setidaknya suasana perayaan tahun baru begitu terasa.
Tidak banyak orang yang tahu tentang sejarah dan asal-usul Tahun Baru Imlek, termasuk orang Tionghoa itu sendiri, tidak semuanya tahu persis arti yang sesungguhnya. Mereka hanya merayakannya begitu saja dari tahun ke tahun. Termasuk saya.

Aslinya Imlek atau Sin Tjia adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama. Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari persembahyangan ini adalah sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga.

TRADISI-TRADISI IMLEK

Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan sebuah perayaan besar bagi masyarakat Tionghoa.
Menggantung lentera merah, membunyikan petasan dan menyembunyikan sapu adalah salah satu keunikan dari perayaan ini. Disamping itu, masyarakat Tionghoa juga akan mulai menempel gambar Dewa Penjaga Pintu pada hari-hari perayaan ini.
Selain itu bagi anak-anak muda mereka akan menyambut tahun baru dengan memasang petasan dan main barongsai yang mengandung arti mengusir segala yang jahat dan menyambut segala yang baik.
Tarian Barongsai sering ditampilkan dalam perayaan hari-hari besar Tiongha, salah satunya perayaan Imlek. Menurut bahasa Cina, Sai artinya Singa dan dianggap sebagai Raja binatang. Ceritanya dulu di Negeri Tiongkok, di setiap rumah pejabat tinggi ada dua patung Singa. Di samping untuk menjaga keselamatan, patung Singa dinilai membawa kemegahan, sekaligus juga membawa kebahagian dan rezeki. Dan entah apa sebabnya, Barongsai kemudian menjadi tarian pada setiap keramaian yang sifatnya agung.

Banyak pantangan yang tidak dilakukan pada hari tersebut. Seperti tidak menyapu dan tidak membuang sampah yang katanya akan mengusir rejeki keluar rumah.
Dahulu, kepala keluarga memasang petasan. Kemudian, pintu utama rumah ditutup dan disegel dengan kertas merah agar hawa dingin tidak masuk ke rumah. Kertas merah sebagai lambang uang, merupakan alat menjaga kesejahteraan keluarga. Sesudah pintu ditutup, lalu dipasang perapian.

MAKANAN KHAS IMLEK

Karena perayaan Imlek berasal dari kebudayaan petani, maka segala bentuk persembahannya adalah berupa berbagai jenis makanan. Di Cina, hidangan yang wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak. Di Indonesia, hidangan yang dipilih biasanya hidangan yang mempunyai arti « kemakmuran, » « panjang umur, » « keselamatan, » atau « kebahagiaan, » dan merupakan hidangan kesukaan para leluhur.
Ada tradisi makan malam bersama dengan suguhan 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili 12 shio. Masakan yang dihidangkan biasanya berkaitan dengan kemakmuran, panjang umur, kebahagiaan maupun keselamatan. Seperti tiga macam daging kurban (samseng) berupa ikan bandeng, ayam betina dan daging babi.
Tujuan dari suguhan tersebut adalah supaya manusia tidak mengikuti sifat ketiga hewan tersebut. Misalkan ikan bandeng yang mirip dengan ular bersisik, supaya tidak berlaku jahat seperti ular, ayam yang suka berpindah-pindah walaupun makanannya belum habis, yaitu agar manusia tidak serakah dan babi, sesuai dengan sifatnya supaya tidak menjadi pemalas.
Selain itu ada kue keranjang (Nian gao). Nian artinya tahun sedangkan gao artinya tinggi sehingga kue ini biasanya disusun tinggi. Pada zaman dulu, tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah.
Kemudian, ada suguhan kue-kue yang umumnya jauh lebih manis daripada biasanya (Tian=manis), dimaksudkan agar kehidupan bisa menjadi lebih manis daripada tahun-tahun sebelumnya.
Kemudian kue lapis legit (spekkoek) perlambang datangnya rejeki berlapis-lapis, ikan mas (yu), agar rejeki berlimpah tahun dengan emas yang banyak, dan shou mian (mie panjang umur) agar umur dipanjangkan.
Lalu, pisang raja atau pisang mas yang melambangkan emas atau kemakmuran, jeruk kuning (diusahakan ada daunnya) yang melambangkan kemakmuran, tebu yang mengartikan kehidupan manis yang panjang, nanas (Wang Li) untuk kejayaan karena melambangkan mahkota raja.
Selain itu ada kolang kaling agar pikiran tetap jernih dan agar-agar berbentuk bintang yang dimaksudkan agar kehidupan di masa datang bisa menjadi lebih bersinar.
Adapun beberapa makanan yang perlu dihindari adalah buah-buahan yang berduri seperti salak atau durian, bubur, yang melambangkan kemiskinan serta makanan-makanan yang berasa pahit seperti pare, karena hal ini melambangkan kepahitan hidup.

TRADISI ANGPAO

Ada tradisi pay qui, yaitu orang tua duduk dan anak-anak melakukan sungkem. Kemudian orang tua memberikan ang pao kepada anak-anak. Tradisi angpao bukan hanya monopoli tahun baru Imlek, melainkan bisa dilakukan dalam peristiwa lain, apapun yang melambangkan kegembiraan, seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru dan peristiwa syukuran lainnya. Di Indonesia juga banyak yang melakukan tradisi ini saat hari raya lebaran.

Perayaan Imlek berlangsung pada puncaknya pada hari ke-15, ditutup dengan perayaan Cap Go Meh (malam menjelang hari ke-15) yaitu saat bulan purnama bersinar penuh. Bila perayaan imlek banyak difokuskan pada keluarga, maka perayaan Cap Go Meh difokuskan pada perayaan kemasyarakatan.
Kebiasaan merayakan Imlek memang tidak harus dilakukan dalam pesta atau perayaan yang berlebihan. Yang paling penting adalah pergi ke Vihara, berdoa menghaturkan kasih dan persembahan ke Tuhan dan leluhur. Juga tidak lupa bersedekah. Prinsip di sini yaitu adat dijalankan, soal pesta nomor dua.
Imlek 2560 dilambangkan dengan shio Kerbau dikhawatirkan kurang membawa keberuntungan. Orang tua mengatakan pada tahun kerbau menurut perhitungan nenek moyang, ada beberapa shio yang harus waspada. Beberapa shio akan mengalami ketidakberuntungan (qiong) pada tahun ini, sebut saja shio kerbau, kambing, anjing, dan naga adalah shio yang akan mengalami qiong besar, sementara shio ayam, babi, dan ular akan mengalami kesialan kecil.
Pada dasarnya shio apa pun pasti mengalami kendala, hanya ramalan itu ada untuk mengingatkan kita agar berhati-hati dan sabar. Karena itu, warga Tionghoa lebih mengutamakan sembahyang bersama keluarga. Terutama kalau masih ada orang tua, berkumpul di rumah orang tua minta maaf dan kemudian bersyukur dengan makan bersama

Selamat merayakan Tahun Baru Imlek…..

(Yn, 25 Janvier’09)
Je ne peux pas dormir ce soir parce-que les voix de feux d’artifice

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :