BAHAYA OBAT PUYER

13 Fév

Tahukah Anda Akan Bahayanya Obat Puyer

Amirul Hasan – Okezone
JAKARTA – Sebagian besar dari Anda pasti pernah memberikan racikan obat puyer kepada anak Anda ketika buah hati sedang sakit. Ya, obat yang ditumbuk halus ini nampaknya lebih mudah diminum bagi anak. Tapi tahukah Anda bagaimana proses pembuatan puyer ini.

Petugas meletakkan beberapa tablet di sebuah mangkok yang dikenal dengan mortar. Tanpa sarung tangan, biasanya petugas apotek langsung meracik obat. Setelah menjadi halus, racikan obat itu dibagi-bagi ke atas kertas pembungkus tanpa menggunakan alat timbang khusus.

Bahkan berdasarkan penelusuran yang dilakukan tim RCTI, ada sebuah apotek yang menghaluskan obat puyer di mortar yang penuh dengan sisa-sisa obat sebelumnya.

Sempatkah Anda berpikir risiko interaksi obat yang digerus dengan obat yang sudah menempel lama di mangkok itu. Bayangkan pula jika ternyata obat yang menempel itu ternyata sangat berbahaya jika tercampur dengan obat yang akan digerus.

Sebenarnya, penggerusan obat dengan menggunakan mortar ini memang dinilai sudah sesuai prosedur. Tapi anehnya, proses ini masih dirasa kurang ringkas dan merepotkan. Ada praktek salah satu dokter umum yang meracik obat dengan menggunakan mesin blender.

Penelusuran Tim RCTI sempat mengabadikan praktek yang dilakukan dokter umum yang terletak di Setiabudi ini melalui kamera tersembunyi. Ada dua kesalahan besar yang dilakukan sang dokter ini.

Pertama, dokter dilarang meracik obat sendiri karena itu tugas seorang farmasis atau apoteker. Kedua, blender yang digunakan terdapat sisa-sia obat sebelumnya. Tidak ada tanggung jawab moral untuk mencuci bersih blender yang telah digunakan sebelumnya.

Memang tidak ada aturan penggunaan blender dilarang atau tidak dalam meracik obat. Tapi sejumlah ahli farmasi mengkhawatirkan stabilitas jenis obat tertentu jika kontak dengan logam mesin blender. Inilah sejumlah sisi negatif dan bahaya puyer:

1. Bentuk pengobatan tidak rasional
2. Tidak sesuai dengan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik)
3. Rentan Polifarmasi
4. Proses peracikan tidak higienis
5. Potensi Human Error sangat besar
6. Stabilitas obat terganggu
7. Sejumlah jenis obat mudah rusak jika digerus
8. Kemungkinan terjadi toksid atau jamur
9. Ketepatan takaran diragukan
10. Sebagian bubuk terbuang
11. Resiko kontaminasi tinggi (kem)

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :