BERAS MERAH DAN MANFAATNYA

25 Fév

Beras Merah dan Manfaatnya

BERAS, butir padi yang telah dibuang kulit luar (sekam atau epicarp)-nya, merupakan bahan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain diselimuti epicarp, terdiri dari cellulose yang keras, sebiji beras juga memiliki struktur lapisan kulit dalam yang disebut pericarp, terdiri atas 2-3 lapis sel yang dibatasi selapis sel kubik bernama aleuron.
LAPISAN ini melingkupi bagian dalam biji yang disebut endosperm. Sedangkan lembaga, yang merupakan bakal benih tanaman, melekat pada bagian pangkalnya. Dari cara pengolahan, selain dikenal beras pecah kulit (beras yang dibebaskan bagian sekamnya saja), beras giling sempurna (beras giling yang bersih dari lapisan luar biji dan lembaga), dan beras poles (beras giling sempurna yang digosok kembali hingga putih mengilap yang dapat juga kemudian dilapisi minyak) ketika dalam proses penggilingan, butir-butir beras utuh dipisahkan dari butir-butir yang pecah.
Beras giling yang terdiri atas butir-butir beras utuh saja disebut beras kepala, dikenal pula beras parboil, beras konversi, serta beras premix. Meski dari sudut gizi tiga beras terakhir lebih hebat, keberadaannya di pasaran sulit ditemukan. Selain harganya lebih mahal, warnanya pun umumnya tidak menggairahkan sehingga masyarakat kita kurang menyukainya (beras parboil biasa dikonsumsi oleh masyarakat India, China, serta negara-negara Timur Tengah).
Sedangkan dari sisi jenis, masyarakat menggolongkan beras menjadi tiga golongan: beras putih (dipisahkan lagi menjadi pulen dan pera), beras ketan, dan beras merah.
Tetapi, apa pun nama berasnya, yang awam tahu tentangnya, bahan ini hanyalah sumber karbohidrat semata, pengenyang perut, « bensin » untuk beraktivitas. Padahal, jika saja mau sedikit iseng « membongkarnya », utamanya beras merah, beras memiliki banyak manfaat lain.

Daya juang
Beras merah telah dikenal sejak tahun 2800 SM. Oleh para tabib saat itu benda ini dipercaya memiliki nilai-nilai medis yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Banyak penulis di Asia Timur masa dahulu mengatakan bahwa beras merah merupakan jenis makanan yang dapat menyembuhkan penyakit lantaran keseimbangan alamiahnya. Pada masa kini, para ahli makrobiotik telah pula menyatakan persetujuannya.
Meski, dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal).
Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin disebabkan kandungan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg : 0,31 mg). Tiamin (kecukupan yang dianjurkan untuk dewasa pria usia 20-59 tahun 1,2 mg per hari, sedangkan untuk wanita 1 mg per hari) berfungsi sebagai koenzim berbagai reaksi metabolisme energi, untuk dekarboksilasi oksidatif piruvat menjadi asetil KoA dan memungkinkan masuknya substrat yang dapat dioksidasi ke dalam siklus krebs guna pembentukan energi.
Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, semutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang.
Unsur gizi lain yang diperkirakan juga berpengaruh pada pendongkrakan energi beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan). Kecukupan yang dianjurkan untuk pria usia 20-45 tahun adalah 500 mg per hari, sedangkan untuk wanita 450 mg per hari). Melalui proses fosforilasi, fosfor mengaktifkan berbagai enzim dan vitamin B dalam pengalihan energi pada metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.
Boleh jadi lantaran kemampuannya itu pula kenapa Dr Morton Walker dan Joan Walker, penulis Sexual Nutrition: The Lover’s Diet, mengindikasikan pria yang « setengah hati » berhubungan seksual, kurang mampu « mengangkat senjata » atau mengalami penurunan « semangat juang » maupun loyo di tengah « medan perang », sebagai pria yang kekurangan fosfor, sebab tidak cukup banyak karbohidrat, lemak, dan protein yang bisa diurainya menjadi energi.
Akibat lain kekurangannya adalah minimnya produksi hormon seks laki-laki, testoteron. Cairan reproduksi laki-laki sebagian besar berisi lesitin. Kemampuan seksual bisa melorot jika jumlah lesitin merosot. Lesitin sendiri merupakan hasil kerja bareng antara fosfor, nitrogen, asam lemak, dan gliserol.

Menghindarkan kanker
Tahun 1992, Mindy Hermann RD, lewat artikel berjudul Minerals: from B to Z, mengendus zat lain yang juga bisa dijagokan darinya, namanya selenium, sebanyak 39 ug per 100 g bahan (kecukupan yang dianjurkan untuk laki-laki usia 16 tahun ke atas adalah 70 ug per hari, sementara untuk wanita dengan rentang usia yang sama, tidak hamil dan tak menyusui, 50-55 ug per hari).
Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik-peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya.
Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.
Studi selama sepuluh tahun yang « dikomandani » the Arizona Cancer Center terhadap 1.312 laki-laki dan perempuan dengan riwayat kanker kulit, setengahnya diberi suplemen selenium sebanyak 200 ug sehari dan setengahnya lagi diberi plasebo mendapatkan, meski belum terbukti kemanjurannya menjaga subyek dari mendapat kanker kulit baru, mineral ini diketahui bisa melindungi mereka dari beberapa tipe kanker lainnya. Partisipan yang diberi suplemen selenium memiliki 63 persen, 58 persen, dan 46 persen kemungkinan lebih rendah mendapat kanker prostat, kolorektal, serta paru-paru dibanding mereka yang disuguhi placebo.
Hasil tersebut memperkuat asumsi sebelumnya. Survei geografi memperlihatkan, pada sebagian wilayah Amerika, di mana kandungan tanahnya miskin selenium, angka kejadian kanker 10 persen lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain yang kandungan tanahnya kaya selenium. Beberapa studi pada binatang telah memperlihatkan pula bahwa pemberian mineral ini dapat mencegah binatang tersebut dari terkaman kanker.
Tapi kehebatan selenium tidak cuma itu. Hasil Pengamatan pada pasien yang mendapat makanan parenteral total- umumnya tidak mengandung selenium-sampai terjadi penurunan aktivitas glutation peroksidase, « terintip » munculnya kesan lemah, sakit pada otot-otot hingga kardiomiopati.
Sementara hasil penelitian yang dilakukan para ahli US Departement of Agriculture, yang melakukan pengetesan pada beberapa wanita di New Zealand (di wilayah yang tanahnya memiliki kandungan selenium rendah) yang diberi suplemen selenium secara bervariasi selama enam bulan, menemukan, pada mereka yang diberi selenium 400 ug sehari memperlihatkan kemajuan yang signifikan berkaitan dengan mood dan level energi mereka dibanding wanita yang tidak diberi atau diberi dengan kadar lebih rendah.
Selain itu, diungkapkan Wirjatmadi (2002), yang pernah melakukan pemeriksaan pada penderita gondok di Kabupaten Ngawi, selenium juga bisa berkaitan dengan gondok. Mineral ini berguna dalam proses pembentukan T3 (triiodotironin) dan T4 (tetraiodotironin), yang memiliki fungsi utama mengatur pertumbuhan dan perkembangan.
Rendahnya kadar selenium akan memengaruhi pembentukan T3 dan T4, yang bila berlangsung lama akan menyebabkan rendahnya pembentukan thyroxin dan memunculkan, salah satunya, gondok.
Jadi, jika Anda tidak mau cepat lelah, tak ingin gampang loyo saat « bertempur », serta tidak siap mendapat kanker kolorektal, paru-paru atau prostat, mulailah membiasakan mengonsumsi beras merah.
Beras merah atau brown rice adalah beras yang tidak digiling atau setengah digiling, jadi bisa dikatakan whole grain atau berbutir utuh. Beras merah mempunyai rasa sedikit seperti kacang dan lebih kenyal daripada beras putih. Meskipun lebih cepat basi, tetapi beras merah lebih bernutrisi.

Di beberapa negara di Asia, beras merah dulunya dikaitkan dengan masa kemiskinan atau masa perang dan jarang sekali dikonsumsi kecuali oleh orang yang sedang sakit, manula, dan penderita sembelit. Namun sekarang beras merah menjadi lebih mahal daripada beras putih karena faktor suplai yang terbatas, sulitnya penyimpanan dan transportasi.

Perbedaan Beras Merah dan Beras Putih
Sebenarnya antara beras merah dan beras putih biasa tidak terlalu berbeda jauh. Perbedaan keduanya terletak pada pemrosesan dan kandungan nutrisinya. Jika lapisan terluar atau kulit ari/ sekam dari biji padi dikupas maka hasilnya adalah beras merah. Namun jika lapisan dalam atau kulit padi juga dikupas, maka hasilnya adalah beras putih biasa.

Beberapa jenis vitamin dan mineral akan hilang dalam proses penggilingan butir padi. Akibatnya, beberapa nutrisi yang hilang seperti vitamin B1, B3, dan besi seringkali ditambahkan kembali pada beras putih sehingga berlabel « diperkaya » (enriched). Sementara pada beras merah, satu jenis mineral yang tidak perlu ditambahkan adalah magnesium.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Beras Merah:
1. Mengandung lebih banyak magnesium.
Satu mangkuk (195 gr) beras merah masak mengandung 84 mg magnesium, sedangkan beras putih dalam jumlah yang sama hanya mengandung 19 mg magnesium.
2. Kaya akan fiber dan asam lemak.
Pada beras putih biasa, lapisan kulit padi bagian dalam ikut dikupas, maka kandungan minyak dalam lapisan tersebut yang kaya akan fiber dan selulosa juga akan hilang. Padahal beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan minyak pada lapisan kulit dalam padi tersebut dapat membantu menurunkan kolesterol LDL. Jadi nutrisi yang hilang termasuk fiber dan asam lemak. Sementara beras merah masih mengandung lapisan fiber dan selulosa tersebut.
3. Mencegah sembelit.
Karena kandungan fibernya yang tinggi, selain bernutrisi tinggi, beras merah juga mampu mencegah sembelit sehingga memperlancar pencernaan. Namun efek tersebut tergantung dari kebiasaan pengkonsumsi dan dicuci atau tidaknya beras merah tersebut sebelum dimasak.
4. Sangat cocok untuk diet.
Kandungan fiber yang tinggi juga membuat Anda lebih kenyang dan tidak mudah lapar sehingga cocok untuk pola diet. Salah satu contohnya, beras merah digunakan dalam hidangan diet makrobiotik, dimana teorinya adalah masakan yang tidak banyak mengalami pemrosesan dianggap lebih sehat.
5. Kaya akan asam amino dan GABA.
Salah satu cara memasak beras merah yang diketahui adalah dengan teknik Gamma-aminobutyric acid (GABA) atau germinated brown rice (GBR) yang mengemuka saat International Year of Rice. Caranya, beras merah direndam dalam air hangat (38OC) selama 20 jam sebelum dimasak seperti nasi putih biasa. Proses ini akan merangsang pengecambahan sehingga mengaktifkan beragam enzim dalam beras merah. Dengan cara memasak seperti ini, akan diperoleh kandungan asam amino yang lebih lengkap termasuk GABA. GABA juga sudah dikenal dapat meningkatkan hormon pertumbuhan pada manusia. Karena itulah beras merah sangat cocok bagi para binaragawan yang sangat membutuhkan protein asam amino untuk perkembangan ototnya dan sebagai pengganti beras putih biasa.
6. Merupakan sumber mineral mangan.
100 gram beras merah mengandung 1,1 mg mangaan atau mampu mencukupi 55% kebutuhan harian mineral mangaan.

Beras merah kini mudah didapatkan di supermarket atau swalayan dengan harga yang cukup terjangkau. Beras merah dapat bertahan selama 6 bulan dalam kondisi normal. Penyimpanan dalam lemari pendingin atau penyimpanan tertutup dari udara luar dapat memperpanjang umur beras merah. Pendinginan beras merah, meskipun jarang-jarang juga dapat mencegah datangnya ngengat.

2 Réponses to “BERAS MERAH DAN MANFAATNYA”

  1. fesya avril 14, 2009 à 1:49 #

    barusan saya copy+paste tulisan tentang beras merah
    buat bahan artikel adik saya.
    terima kasih
    selamat berkunjung di blog kekaguman zoom

    • yani N avril 14, 2009 à 5:10 #

      Terima Kasih kunjungannya…
      semoga bermanfaat ya artikelnya…saya juga penggemar beras merah, tepatnya nasi merah…

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :