SARAPAN DITENGAH SAMPAH

4 Mar

dsc02779dsc02778

Sarapan Pagi Ini…..

Gambar ini saya ambil kira-kira sebulan yang lalu saat ada customer visit menuju daerah Fatmawati, waktu sedang menunggu mbak Ririn mengambil dokumen, aku memutuskan hanya menunggu di mobil sambil mendengarkan radio.
Dari dalam mobil tanpa sengaja saya melihat diseberang jalan dimana mobil yang saya naiki parkir,ada sebuah mobil pengangkut sampah yang sedang berhenti mengangkut sampah dari tempat pembuangan sampah di depan sebuah yang rumah mewah (disekitar situ sepertinya komplek perumahan mewah).
Awalnya tidak ada yang menarik dari pemandangan itu, hanya rutinitas sekelompok pengangkut sampah yang dilakukan setiap hari mungkin. Sampai tiba-tiba Dedy menyeletuk karena salah satu dari pengangkut sampah tersebut makan di nasi bungkus di mobil pengangkut sampah itu, sementara kawannya yang lain masih sibuk memindahkan sampah dari bak sampah ke mobil pengangkut.
Tidak ada yang istimewa dari pemandangan itu, tapi entah mengapa terbersit dalam benak saya, betapa luar biasanya mereka yang bisa melakukan hal seperti itu. masih bisa menikmati makanannya ditempat yang bisa dikatakan tidak layak dan banyak dihindari banyak orang karena suasananya yang tidak kondusif, belum lagi aroma yang tercium di tempat tersebut, pasti jauh dari harum dan mungkin beberapa orang yang tidak kuat akan muntah. Tapi mereka tidak peduli, yang penting bisa makan, tidak peduli dimana atau apa yang dimakan itu bergizi atau tidak, sepertinya untuk urusan perut mereka tidak peduli.
Tidak lama berselang setelah temannya menghabiskan satu bungkus nasi, temannya yang lain menikmati sebungkus roti isi dengan lahapnya, juga sambil menunggu temannya yang lain menyelesaikan pekerjaannya.
Sampai mobil mulai jalan dan mereka duduk di bak belakang mobil pengangkut sampah itu, lelaki itu masih menikmati roti isinya tanpa beban.

Dari apa yang saya saksikan itu, bertambah satu lagi alasan saya untuk lebih bersyukur dengan apa yang sudah saya miliki.
Banyak dari kita yang masih bisa menikmati makanan yang lezat dan ditempat yang layak.
Bersyukur kalau kita masih punya kesempatan menikmati makanan di restoran yang mahal dan mewah, dengan menu dari chef yang terbaik.
Ada juga yang merasa segan menikmati makanan « kelas » warung, tapi kita juga harus membuka mata di luar sana, masih banyak orang yang kekurangan makan. Dan masih bisa menikmati serta mensyukuri makanan yang mereka dapat setiap hari tanpa peduli mereka harus makan dimana, dan tidak selalu ditempat yang layak, apalagi di atas meja makan lengkap dengan peralatan yang bagus dan indah.
God, thanks for our daily breads….God bless you all…..

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :