Cerita Berhikmah dari Singapore

1 Avr

Cerita Berhikmah dari Singapore

Beberapa dekade lalu, saat Mr. Lee senior masih menjadi PM Singapore,
pernah terjadi hal yang sangat menghebohkan karena masalah keluarga.

Ada orang kaya di sana yg istrinya sudah lama meninggal. Dia mempunyai
seorang anak laki-laki. Dan setelah anak tersebut menikah, dia meminta
ijin kepada ayahnya utk tinggal bersama. Ayahnyapun dengan senang hati
mengijinkan anak menantunya tinggal bersama dengannya di apartemennya yg
luas dan mewah.

Ayahnya ini sangat mencintai anak tunggalnya, dan krn dia merasa sudah
tua, maka dia menghibahkan seluruh harta kekayaan termasuk apartemen
yang mereka tinggali, dan diatasnamakan ke anaknya itu.

Beberapa tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga.
Jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa,
suatu hari mereka bertengkar hebat. Dan pada akhirnya, anaknya mengusir
ayahnya keluar dari apartemen mereka. Karena seluruh hartanya sudah diberikan
kepada anaknya, mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan!
Orang kaya dan terkenal di Singapore, tiba-tiba menjadi pengemis!

Suatu hari, ada seorang teman yang memberikan sedekah. Dia langsung
mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya. Apakah anda Mr. X itu?
Tentu saja, si ayah malu dan menjawab bukan. Tetapi temannya curiga dan
yakin, bahwa Mr. X itu adalah temannya yg sudah beberapa lama tidak ada
kabar beritanya. Kemudian temannya ini mengabarkan hal ini kepada
teman-temannya yang lain. Dan mereka bersama-sama mendatangi si ayah.

Ada satu sahabat karibnya yang langsung yakin bahwa pengemis itu adalah
Mr X. Dan di hadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis
tersedu-sedu menceritakan semua kejadian yg sudah dialaminya. Terjadilah
kegemparan di sana karena semua orang tua merasa sangat marah terhadap
anak yang sangat tidak berbudi itu.

Kegemparan ini akhirnya terdengar sampai ke PM Lee. PM Lee sangat marah
dan langsung memanggil anak dan menantu si ayah. Kedua orang tersebut
dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee
mengatakan, « Sangat memalukan di Singapore ada anak pu thauw seperti
mereka! ». Lalu PM Lee memanggil notaris dan saat itu juga surat hibah
yang diwariskan untuknya dibatalkan demi hukum! Dan surat hibah tersebut
disobek oleh PM Lee. Semua harta milik si ayah diatasnamakan kepada Mr. X lagi.
Lalu, anak menantu itu sejak saat itu dilarang masuk ke apartemen ayahnya.

Mr. Lee ini ternyata terkenal sebagai orang yg sangat berbakti kepada
orang tuanya dan menghargai para lansia. Oleh karena itu, agar kejadian
serupa tidak terulang kembali, Mr. Lee mengeluarkan dekrit yaitu larangan
kpd para org tua untuk tidak menghibahkan harta bendanya kepada
siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, supaya para lansia itu tetap
dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, ia membuat dekrit lagi. Dekrit
tersebut berisikan pemberian pekerjaan kepada para lansia dengan tujuan para
lansia ini tidak tergantung kepada anak danmenantunya dan mempunyai penghasilan sendiri.
Mereka juga sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat
mereka sendiri selama 1 tahun bekerja. Semua toilet di Changi Airport,
mall, restoran, petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain
para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa
bekerja, mereka juga bisa bersosialisasi dan memiliki tubuh yang sehat
karena banyak bergerak. Kenapa mereka tidak diberi pekerjaan di kantor
dan sebagainya? Itu tidak mungkin! Karena lansia itu bukan orang yang
berpendidikan tinggi dan sebagian besar dari mereka adalah mantan
ibu-ibu rumah tangga. Selain itu, hal ini memberikan pendidikan sosial
yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan
membersihkan toilet, meja makan direstoran, dan sebagainya bukan
merupakan pekerjaan hina. Dari situ anak-anak tersebut diajarkan untuk
tahu menghargai orang yg lebih tua sejak kecil.

(kiriman email dari Pak Samsi)

Une Réponse to “Cerita Berhikmah dari Singapore”

  1. Pcuxyydw mai 8, 2009 à 10:34 #

    BhOvoS comment3 ,

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :