Mitos-Mitos Diet

24 Avr

Mitos-Mitos Diet

Banyak yang masih salah kaprah dalam melakukan diet. Berikut mitos-mitos diet yang perlu Anda perhatikan
1. Tidak makan malam
Menghindari makan malam untuk menurunkan berat badan, adalah mitos yang kurang tepat. Berat badan dipengaruhi oleh kalori total yang diasup dikurangi kalori yang dikeluarkan dalam sehari (berat badan = kalori total yang diasup – kalori yang dikeluarkan). Jika makan malam dihilangkan, kemudian menggantinya dengan makanan kecil untuk menahan lapar, dan makanan kecil yang dimakan untuk mengganti makan malam tadi mengandung kalori tinggi, maka berat badan tetap tidak akan turun. Menghilangkan makan malam juga akan berakibat munculnya keluhan tubuh tidak nyaman, lapar, atau bahkan gangguan lambung (sakit mag).
Jika makan malam diganti dengan mengudap buah, menurut Luciana boleh-boleh saja, dengan catatan pada malam hari tidak melakukan aktivitas apa-apa. Prinsipnya, makan adalah menyuplai tubuh untuk metabolisme tubuh, mengganti sel yang rusak, aktivitas fisik, dan lainnya. « Kalau tidak ada suplai, ya tidak akan bisa beraktivitas karena kelaparan, yang akan dikompensasi tubuh dengan membentuk gula dari cadangan tubuh sendiri. Dampaknya, metabolisme terganggu, dan akan timbul keluhan tidak enak badan, bahkan bisa timbul sakit mag. »
2. Tidak sarapan pagi bagus untuk diet
Salah. Tanpa sarapan, gula darah akan bisa turun. Kadar gula yang rendah akibatnya konsentrasi terganggu, lemas, mudah marah dan sebagainya. Sehingga bagi orang yang bekerja jadi tidak efektif. Biasanya, dengan tidak sarapan rasa lapar diatasi dengan makanan kecil, yang seringkali karena bentuknya kering dan ringan, ternyata kalorinya banyak. Akibatnya, tujuan malah tidak tercapai juga, BB bisa-bisa naik. Kecenderungan lain adalah, karena pagi tidak sarapan, sehingga siang hari kelaparan dan makan jadi banyak. Jadinya tidak efektif juga. Metabolisme tubuh yang normal tidak bisa menerima pola makan yang tidak teratur.
3. Minum air putih dan air es akan membuat tubuh melar
Ini juga mitos yang salah kaprah. Air putih tidak mengandung kalori, jadi tidak akan menyebabkan gemuk. Air es memang akan membuat penyerapan makanan jadi lebih baik, tetapi air putih sendiri tidak memberikan sumbangan kalori. Sehingga seberapa banyak minum air putih tidak akan meningkatkan timbunan lemak. Pada tubuh yang normal, konsumsi air yang sangat banyak akan dikeluarkan oleh tubuh melalui kencing, sehingga kandungan air di tubuh tetap dalam batas normal.
4. Air jeruk nipis cespleng menurunkan berat badan
Mitos yang juga tak benar. Malah, yang terjadi, biasanya kita meminum es jeruk dengan ditambah gula banyak-banyak supaya manis, karena jeruknya sangat asam. Akibatnya, lemak makin menumpuk. Boro-boro berat badan turun, yang terjadi malah bisa sebaliknya.

BIASAKAN MENGHITUNG ASUPAN MAKANAN
Prinsip diet menurunkan berat badan adalah bagaimana mengurangi asupan makanan tanpa mengganggu aktivitas dan metabolisme tubuh. Caranya dengan mengurangi total kalori asupan makan sehari-hari. Dengan kalori yang sudah ditentukan untuk sehari, kemudian ditentukan untuk setiap kali makan.
« Idealnya, sih, dilakukan analisis asupan makan. Yaitu makanan yang dimakan dihitung dan dievaluasi. Misalnya, pagi hari cuma minum susu, siang dan malam makan lengkap, tapi kok, tubuh tetap gemuk? Kita cari salahnya dimana? Ternyata, makan siangnya terlalu banyak. Nah, makan siang yang terlalu banyak ini harus dikurangi. Penyebab makan siang yang terlalu banyak bisa karena makan pagi terlalu sedikit, hanya minum susu, akibatnya akan lebih cepat lapar. Dalam hal ini makan pagi bisa ditambah roti atau buah untuk mencegah kelaparan pad siang hari. »
Contoh lain, makan pagi, siang, dan makan malamnya bagus, makanan selingan bagus, tapi cemilan di luar jadwal makan besar dan jadwal makan selingan terlalu banyak. « Setelah dianalisis, yang dibuang cemilannya saja, pasti BB turun. Kalau yang dibuang makan pagi atau makan malamnya, pengorbanan yang dilakukan terlalu berat. Apalagi jika makan pagi atau makan malam yang dihilangkan diganti dengan makanan kecil yang kalorinya tidak kecil, hasilnya ya sama saja, tidak akan menurunkan BB. »

LEMAK, BUKAN OTOT
Yang sering terjadi, seseorang akan senang jika berat badannya turun cepat, padahal ia sendiri tidak tahu, yang turun sebetulnya apanya? « Airnya? Lemaknya? Atau ototnya? Yang diharapkan, yang hilang adalah lemak, karena lemak merupakan bagian tubuh yang tidak ikut metabolisme dan malah mengganggu metabolisme jika menumpuk (menimbulkan penyakit diabetes, kolesterol, dll), » ujar Luciana menerangkan.
Kalau yang hilang atau turun massa otot, justru akan lebih susah menurunkan berat badan, karena metabolisme tubuh (basal metabolism rate) akan makin kecil. « Kalau metabolisme tubuh menurun, artinya kalori yang dibutuhkan juga menurun. Sehingga dengan asupan kalori yang rendah, kalori sudah mencukupi atau malah berlebih dari yang dibutuhkan. Akibatnya berat badan tidak turun lagi. Demikian yang terjadi jika otot yang mengecil, bukan lemaknya yang hilang, » jelas Luciana. Jumlah massa otot berkurang bisa karena asupan kalori yang terlalu rendah, suplai protein tidak cukup, atau aktivitas fisik yang rendah.
Berbeda jika yang turun adalah massa lemak, sementara massa otot membesar. « Kalau ini yang terjadi, BB akan mudah untuk terus turun. »

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :