Aneka Jenis Teh

9 Mai

Buat para penggemar Teh seperti saya, mudah-mudahan ini bisa bermanfaat

Teh menurut bahan baku dan cara pembuatannya dikelompokkan kedalam empat jenis , yaitu :

* Teh putih : Bahan baku pembuatan teh putih ini diambil dari pucuk yang masih kuncup saja, dan mengalami sedikit proses tanpa oksidasi. Bahan bakunya diambil tidak sembarangan, harus pada saat tanaman teh tidak basah. Karena bahan baku dan cara pengolahannya yang sedemikian rupa, maka teh ini masih mahal dan jarang dipasarkan. Dari hasil study yang dilakukan oleh LPI ( The Linus Pauling Institute) teh ini paling banyak mengandung polyphenol. Polyphenol ini berfungsi sebagai antioxidant yang mencegah terjadinya kangker. Namun kandungan caffeinnya lebih rendah dari varietas lain (15 mg per sajian, sedangkan teh hitam mengandung 40 mg caffeine dan 20 mg untuk teh hijau) Adapun jenis-jenis teh putih yang ada antara lain : white peony, golden moon, silver needle dan white cloud. Teh putih banyak diproduksi di Cina, Jepang dan India.

* Teh hijau (ryokucha) : Bahan baku teh ini terdiri dari pucuk yang masih kuncup dan daun muda. Biasanya pembuatannya diawali dengan pelayuan pucuk dengan menggunakan uap (Steaming) baru kemudian di giling dan dikeringkan sambil dilakukan proses pembentukan teh kering. Teh ini mengalami sedikit oksidasi. Bahan baku teh ini sama dengan teh hijau lainnya (Camellia sinensis), kecuali teh hijau jepang yang memang dari kloon teh jepang seperti Yutakamidori dan Yabukita. Adapun jenis-jenis teh hijau yang umum di Jepang antara lain :
* Gyokuro (Teh terpilih dari daun teh kelas atas yang disebut Tencha. Teh dinamakan Gyokuro karena warna hijau pucat yang keluar dari daun teh. Daun dilindungi dari terpaan sinar matahari sehingga mempunyai aroma yang sangat harum). Matcha (Teh hijau berkualitas tinggi yang digiling menjadi bubuk teh dan dipakai untuk upacara minum teh. Matcha mempunyai aroma yang harum sehingga digunakan sebagai perasa untuk es krim rasa teh hijau, berbagai jenis kue tradisional Jepang (wagashi), berbagai permen dan coklat). Sencha (Teh hijau yang biasa diminum sehari-hari, dibuat dari daun yang dibiarkan terpapar sinar matahari). Genmaicha (Teh jenis bancha dengan campuran butiran beras yang belum disosoh (genmai) yang dibuat menjadi berondong. Teh mempunyai aroma wangi butiran beras yang setengah gosong). Kabusecha (Teh jenis sencha yang daunnya dilindungi untuk beberapa lama dari terpaan sinar matahari sebelum dipanen. Aroma teh kabusecha sedikit lebih lembut dibandingkan dengan teh sencha.) Bancha (Teh kasar yang dibuat dari panenan yang kedua kali antara musim panas dan musim gugur. Daun teh untuk teh bancha biasanya lebih besar dari daun teh sencha dan aromanya tidak begitu harum). Hōjicha (Teh yang digongseng di atas penggorengan atau di dalam oven). Kukicha (Teh berkualitas rendah dari daun teh bercampur tangkai daun teh). Adapun khasiat teh hijau ini adalah mengurangi resiko kanker, menyejukkan kulit, menstabilkan tekanan darah, melindungi daya ingat, awet muda dan menurunkan berat badan.

* Oolong (烏龍茶): Teh ini merupakan jenis teh yang banyak disajikan di restoran tionghoa. Teh ini mengalami setengah fermentasi. Oolong dapat diartikan sebagai nga hitam atau ular hitam (bahasa Cina). Pada dasarnya khasiat teh ini juga sama sebagai antioksidan.

* Teh hitam: Teh ini mengalami lebih banyak oksidasi dari teh hijau atau teh oolong. Dan paling banyak mengandung caffein dari jenis lain yang kurang mengalami oksidasi. Teh jenis ini yang paling banyak kita temui di pasaran.

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :