POT YANG RETAK

13 Mai

Berikut adalah cerita bijak dari negeri Cina, yang dapat kita renungi bersama.

Saya bahagia menjadi orang yang tidak sempurna, karena artinya saya mempunyai banyak kesempatan untuk meminta pertolonganNYA dan mensyukuri segala pemberianNYA.

Sempurna tidak harus secara fisik atau raga, banyak orang yang mendapat berkat diberi talenta yang luar biasa oleh yang Maha Sempurna, tapi juga belum tentu sempurna dalam hal lain atau apakah dia mau membagi talenta untuk membantu orang lain.

Saya selalu merasa tidak sempurna ketika saya ditempatkan dalam posisi dimana saya tidak memiliki keahlian disitu. Atau kalau saya membandingkan apa yang saya miliki tidak sebanyak orang lain, mengapa mereka kaya dan saya tidak. Tapi apakah Tuhan membiarkan saya tidak berguna begitu saja, Tidak. Tuhan selalu memberikan saya kemenangan, ketika saya merasa lemah dan tidak percaya diri dengan kemampuan yang saya miliki.

Waktu saya merasa takut segalanya berjalan tidak lancar dan saya tidak mampu, saya belajar menyerahkan ketidakmampuan saya padaNYA, dan Tuhan pasti turun tangan memberikan kemudahan dan mujizat. Terkadang kita iri dengan milik orang lain, yang lebih kaya, memiliki segalanya, tapi saya selalu merasa kaya dan berlimpah-limpah ketika dalam keterbatasan saya, dengan sedikit uang yang saya miliki, saya masih bisa memberi kepada orang lain, masih bisa berbagi sedikit, tapi berarti buat orang lain.

saya suka sekali dengan makna kisah ini, mencerminkan kebanyakan orang yang merasa tidak berguna tapi sebenarnya tanpa dia sadari, dia membuat sesuatu yang membuat sekelilinginya merasa beruntung dengan keberadaannya.

Seorang ibu Cina yang sudah tua memiliki dua buah tempayan, yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan sebatang bambu. salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tak bercela dan selalu memuat air hingga penuh.

Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh. Selama dua tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana ibu itu membawa pulang air hanya satu setengah tempayan.

Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya dan sedih sebab hanya bisa memenuhi setengah dari kewajibannya. Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai. »Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu. » Ibu itu tersenyum, « Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya? Aku sudah tahu kekurang-anmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalan-an pulang kau menyirami benih-benih itu. Selama dua tahun aku bisa memetik bunga-bunga cantik untuk menghias meja.Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak seasri seperti ini sebab tidak ada bunga. »Kita semua mempunyai kekurangan masing-masing …Namun keretakan dan kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menyenang-kan dan memuaskan. Kita harus menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka. Rekan-rekan sesama tempayan yang retak, semoga hari kalian menyenangkan.

Jangan lupa mencium wanginya bunga-bunga di jalur kalian.

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s

%d blogueurs aiment cette page :